MilenialSiber.com, Bandar Lampung – Polresta Bandar Lampung berhasil mengamankan komplotan spesialis pencurian gedung perusahaan dari dua lokasi berbeda.

Wakasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Iptu Toni Suherman mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal saat Polisi mendapatkan laporan pembobolan kantor PT Perdana Adhi Jaya, kemudian Polisi melakukan penyelidikan dan mendapati ciri-ciri para pelaku dan melakukan pengejaran.

Toni menuturkan, bekerjasama dengan KSKP Bakauheni, Lampung Selatan. Tim gabungan berhasil menghadang satu unit mobil Toyota Avanza warna silver bernomor polisi B 1472 JUQ saat akan menyebrang melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak, Banten.

“Di dalam mobil ini petugas menangkap 5 lima orang pelaku dengan sejumlah barang bukti hasil curian di beberapa TKP,” ujar Toni saat gelar ekspose di Mapolresta Bandar Lampung, Sabtu (6/8/2022).

Adapun kelima pelaku yang diamankan yakni Indra Lesmana, Andrianto, Sukma, Qomar serta Yopi Mulyadi. Kelimanya mengaku telah melakukan pencurian di beberapa TKP atas perintah dari Haikal.

Berdasarkan pengakuan kelimanya, lanjut Toni, petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap Haikal dan berhasil menangkapnya di kediaman istrinya yang berada di Desa Negeri Katon, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur. Sehingga pelaku berjumlah enam orang.

“Total enam pelaku berhasil diringkus yang dimana empat pelaku bersama otak komplotan ini dibawa ke Mapolresta Bandarlampung, sedangkan dua pelaku lainnya di bawa ke Polres Lampung Selatan untuk dilakukan pemeriksaan perkara pencurian lainnya,” jelas Toni.

Toni mengungkapkan, para pelaku ini seluruhnya berasal dari Tanggerang dihubungi oleh Haikal yang sebelumnya telah melakukan hunting di sejumlah kantor perusahaan.

“Berdasarkan keterangan beberapa pelaku, mereka diminta datang ke Lampung atas perintah Haikal yang telah mendapatkan sasaran,” tutur Toni.

Adapun modus yang digunakan oleh para pelaku dibagi dengan beberapa peran baik mengawasi serta menjadi eksekutor.

“Jadi pelaku yang berperan menjadi eksekutor mencongkel pintu ataupun jendela menggunakan obeng. Sementara beberapa lainnya mengawasi serta menunggu barang curian dari dalam,” jelasnya.

Saat ini para pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Mapolresta Bandar Lampung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Selain pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp14,645 juta, lima unit laptop, satu unit kamera digital merk canon, uang logam berjumlah sekitar Rp1 juta, satu unit mobil Toyota Avanza warna abu-abu metalik, satu buah linggis, tiga buah obeng dan 3 unit HP berbagai merk.

Petugas juga mengamankan sejumlah uang tunai asing yakni 5 lembar 100 dolar Hongkong, 2 lembar 1.000 dolar hongkong, 10 lembar 50 dolar Australia, 2 lembar 100.000 dong vietnam, 1 lembar 10.000 dong vietnam, 1 lembar 5.000 dong Vietnam, 1 lembar 2.000 dong Vietnam, 1 lembar 1.000 dong Vietnam, 6 lembar 10.000 yen Jepang, 1 lembar 500 peso Filipina, 2 lembar 100 peso Filipina, 1 lembar 50 peso Filipina, 1 lembar 2 dollar Singapura, 1 lembar 5.000 won Korea, 1 lembar 5 lira Turki, 2 lembar 10 yuan China, 1 lembar 5 yuan China.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Saat ditanya awak media, Haikal mengaku melakukan hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Kebutuhan hidup karena enggak kerja, sudah mencuri 3 kali. Tau gudang kosong karena dipantau dulu, hasilnya dibagi rata satu orang 3 juta,” pungkasnya. (Riduan)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here