MilenialSiber.com, Bandar Lampung – Gereja Katedral Kristus Raja, Tanjungkarang, Lampung merayakan Pesta Pelindung Paroki Kristus Raja Semesta Alam, Minggu, 20 November 2022.

Misa Syukur dipersembahkan oleh Pastor Paroki Katedral RD. JB Sujanto, RD Gregorius Suripto, RD. Agus, dan RD. Andreas Sunaryo, dan dibantu Diakon Nicolaus Heru Andrianto.

Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam merupakan awal dan akhir dalam satu lingkaran tahun liturgy Gereja Katolik. Maka sebelum memasuki masa Adven, Gereja Katolik sedunia merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Pada tahun ini Gereja Katedral Tanjungkarang mengangkat tema “Yesus, Ingatlah Akan Daku, Apabila Engkau datang Sebagai Raja!”.

Ada sejumlah fakta tentang Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam  yang harus kamu ketahui. Simak penjelasan berikut ini:

  1. Awal mula ditetapkan

Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam diterapkan oleh Paus Pius XI pada 1925. Ketika itu, perayaannya selalu jatuh pada hari Minggu terakhir bulan Oktober, menjelas Pesta Semua Orang Kudus.

  1. Menentang atheism dan sekularisme

Penetapan ini ditegaskan dengan ensiklik Quas Primas. Salah satu penetapan ini juga bertujuan menentang atheisme dan sekularisme di zamannya, dengan menegaskan Kristus sebagai yang lebih tinggi dan lebih berkuasa daripada segala kekuatan dunia.

  1. Perayaannya bergeser

Sejak 1970 perayaan ini mengalami perubahan penekanan: Kristus lebih bercorak kosmis dan eskatologis. Oleh karena itu, penempatan tanggalnya pun berubah.

  1. Alfa dan Omega

Dengan penetapan ini, Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam menandai dua momentum seklaigus yakni akhir dari tahun liturgi gereja.

Inilah fakta tentang Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam yang perlu kita ketahui.

Usai misa acara dilanjutkan kembali kegiatan – kegiatan yang diselenggarkan seperti bazar, lomba, dan masih banyak lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here